11 Siswa SMP Negeri 2 Rote Selatan Di Keluarkan Dari Sekolah Dengan Alasan Dari Sona Berbeda

0
siswa yang dikeluarkan dari sekolah

Rote Ndao, Gaharunews com – Sejumlah orang tua Murid mengeluhkan jalur zonasi pada penarima peserta didik baru ( PPDB ) 2021 di SMP.N 2 Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao, mereka menyebutkan, prioritas seleksi pada jalur zonasi mengutamakan usia dan jarak dari Rumah ke sekolah.

hal ini di keluhkan oleh satu orang Tua Murid yang beralamat di Desa Lidabesi,dusun Moladale, RT 02 dan RW 02 kecamatan Rote Tenggah Kabupaten Rote Ndao, bingung dengan anak nya di keluarkan dari sekolah dengan alasan anak tamatan dari kecamatan Rote Tenggah tidak boleh sekolah di kecamatan lain.

di ungkapkan oleh yeskial Anin salah orang tua murid, dengan nada bingung menjelaskan kepada Media pada Senin 5 Oktober 2021,diri nya mengakui bahwa anaknya tamat dari SDN Moladale jadi harus sekolah SMPN Hunulain tetapi resikonya besar karna jalan dari Rumah ke sekolah rusak parah dan jarak sekitar 5 kilo meter itu pun harus lalui hutan.

dan memang di SMPN 2 Rote Selatan jaraknya tempuh jau tetapi saya sekolahkan anak saya di sana karna lewat jalur umum jadi tentu resikonya kecil di banding dengan sekolah di SMPN Hunulain.

yeskial menambahkan, dirinya mewakili orang tua dari 11 siswa yang di keluarkan dari sekolah, memohon kepada bapak kepala Dinas PKO kabupaten Rote Ndao agar bisa turun ke lokasi supaya pastikan alasan kami ini benar atau tidak.

kepala sekolah SMP Negeri 2 Rote Selatan, Yodly Mathias Banoet, S.pd

sementara kepala sekolah SMPN.2 Rote Selatan,Yodly Mathias Banoet, S.pd menjelaskan 11 siswa yang keluarkan itu bukan kehendak saya kepala sekolah tetapi itu berdasarkan penerimaan siswa sesuai Dengan peraturan permen Dikbud tentang PPDB tahun angaran 2021 yang menegaskan bawha siswa harus bersekola di sekolah yang sesuai dengan zonasi

dan berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 1 tahun 2021 tentang penerimaan peserta didik Baru, taman kanak- kanak, sekolah Dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan dan peraturan bupati Rote Ndao nomor 18 tahun 2021 tanggal 10 Juni 2021 tentang pedoman teknis penerimaan peserta didik baru di kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2021/ 2022 yang berpedoman pada jalur zonasi.

jadi bagi 11 siswa di harapkan bersabar karna kita Masi menunggu kebijakan dari Dinas PKO dan semua siswa yang pulangkan pasti ada solusinya,Kata Yodly Mathias Banoet.( RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here