Hina Pengacara, Dept Collector Bank NTT minta maaf

0
Advokat Tommy Jacob, SH

Kota Kupang – GaharuNews, Didepan Penyidik Tipiring Polres Kupang kota, Martois Tameno, Dept Collector Bank NTT menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan karena telah menghina dan melecehkan profesi Advokat. Sabtu (18/09/2021)

Kejadian penghinaan dan Pelecehan Profesi Advokat itu terjadi pada tanggal 12 juni 2020 silam, bertempat di kantor Notaris Zantje Mathilda Voss-Tomasoa

Kasus ini telah dilaporkan oleh Gregorius Nara Helan bersama para advokat KAI ke Polda NTT pada Selasa 16 Juni 2020 lalu. Laporan polisi itu tercatat dengan Nomor : STTL/B/247VI Res 1.24/2020/SPKT

Oleh Polda NTT kasus ini diserahkan ke Unit Tipiring Polres Kupang Kota setelah melalui 2 (dua) kali gelar perkara di Polda NTT, Martois telah ditetapkan sebagai Tersangka Tindak Pidana Ringan.

Martois di depan penyidik Tipiring Polres Kupang Kota akhirnya mengakui kesalahannya.

Ia pun meminta maaf kepada Advokat Gregorius Nara Helan dan juga kepada para Advokat di NTT dan seluruh Indonesia.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pelapor, Gregorius Nara Helan dan seluruh advokat di NTT dan Indonesia pada umumnya, yang karena atas perkataan saya telah mencedarai profesi advokat. Sekali lagi saya mohon maaf,” ujar Martois dalam video permohonan maafnya, Sabtu 18 September 2021.

Selain memohon maaf, ia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

“Saya berjanji, jika saya ulangi perbuatan itu, maka saya bersedia diproses secara hukum,” katanya.

Menanggapi permohonan maaf Martois, juru bicara Kongres Advokad Indonesia (KAI) NTT, Tommy Jacob, SH mengatakan karena sudah ada permintaan maaf dari yang bersangkutan, maka pihak-nya akan mencabut laporan polisi.

“Kita akan cabut laporan, karena dia sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya. Jadi bukan damai tapi karena dia sudah minta maaf maka laporannya akan dicabut. Ungkap Tommy

 

Menurut Tommy Jacob, SH
“Ini prosesnya restoratif justice,kami minta dia menyampaikan permintaan maaf dan dia sudah lakukan. Dia mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya. Karena dia sudah minta maaf, dan setelah berkoordinasi dengan rekan-rekan advokat yang lain, maka kami akan cabut laporan,” ujar Tommy kepada wartawan, Senin 27 September 2021.

Tommy Jacob sangat mengapresiasi kinerja Penyidik, ia juga meminta kepada Kapolri, Kapolda hingga Kapolres, agar dapat segera menindaklanjuti jika menerima laporan tindakan pengancaman atau premanisme kepada siapapun. Hingga tidak terkesan terjadi pembiaran hukum.

Kasus penghinaan dan pelecehan profesi advokat ini bermula ketika advokat, Gregorius Nara Helan tengah mendampingi kliennya, Suwito Yongnardi menyelesaikan perjanjian dengan pihak Bank NTT.

Kehadiran pengacara yang mendampingi klien-nya itu membuat Martois geram. Ia lalu mengeluarkan ancaman dan kata penghinaan terhadap Gregorius.

Saat itu Martois menunjuk nunjuk Gregorius dan mengeluarkan kata-kata penghinaan. Ia bahkan menyebut Gregorius sebagai pengacara bodoh.

“Kau sekolah dimana? Pengacara bodoh, Kerbau!!!,” ujar Martois saat itu.

Tak cukup sampai disitu, penghinaan dan pelecehan Profesi Advokat itu direkam dan disebarluaskan ke media sosial hingga menjadi pergunjingan banyak orang.

Diakhir wawancara Pengacara Muda dan energik ini berpesan agar mari kita saling menghargai dan menjaga kode etik profesi, setiap pekerjaan pasti ada aturan main, tidak perlu grasak grusuk dalam menjalankan tugas, ketika kita menghargai orang lain, pastinya orang lain akan menghargai kita. (IAGN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here