LANJUTAN REMEDIAL BENDUNGAN HALIWEN, INI PESAN WABUP BELU KEPADA KASATKER

0

Atambua – GaharuNews, Bendungan Haliwen yang terletak di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur yang telah ditingkatkan statusnya oleh Kementerian PUPR akan dilakukan perbaikan pada tahun 2021 ini dan difokuskan pada pengerukan. Untuk memulai pekerjaan awal, Kementerian PUPR lewat Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II melakukan sosialiasi kegiatan yang dilaksanakan di Bendungan Haliwen, Kamis (23/9/2021).

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM dalam arahan awal menyampaikan terima kasih kepada Menteri PUPR bersama jajarannya karena status embung telah ditingkatkan menjadi bendungan sehingga seluruh biaya pemeliharaannya ditanggung oleh Kementerian PUPR lewat Bank Dunia.

Wabup juga berpesan kepada masyarakat sekitar agar setelah pekerjaan remedial, masyarakat menjaga fasilitas dengan tidak menebang pohon sembarangan disekitar wilayah bendungan.
Lanjutnya bahwa masyarakat harus antusias menyambut kegiatan ini karena kedepan setelah selesai pengerjaanya maka debit air di bendungan akan bertambah sehingga harus digunakan secara efektif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut Wabup Belu mengharapkan agar dalam pengerjaan nanti masyarakat mendukung penuh dengan menjaga keamanan serta kepada perusahaan pelaksanaan agar memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar bendungan.

“Jika membutuhkan tenaga kerja dan tenaga teknis, orang lokal harus diprioritaskan dan harus diupah sesuai dengan ketentuan. Ini akan kami pantau serta sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan dari sini bisa juga dimanfaatkan,” tegasnya.
Wabup Alo Haleserens juga kembali berpesan kepada Kasatker, PPK dan perusahaan pelaksana agar bekerja dengan penuh tanggung jawab sehingga mendapatkan hasil yang dapat dinikmati secara bertanggung jawab. Kepada Camat, Kepala Desa dan masyarakat agar turut membantu memantau dan mengawasi pekerjaan ini karena untuk kepentingan masyarakat.

“Pengerjaan remedial Bendungan Haliwen ini menelan anggaran 23 miliar. Saya tidak mau ketika selesai pengerjaan dan dipakai baru satu bulan sudah rusak sehingga kepercayaan Bank Dunia kepada kita tetap terjaga,” tandasnya.

Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Dirjen SDA Kementerian PUPR mengutarakan bahwa Remedial Bendungan Haliwen ini untuk memperbaiki yang sudah ada dan ditingkatkan menjadi lebih bagus karena status embung telah ditingkatkan menjadi bendungan sehingga pada operasionalnya nanti akan menjadi tanggungjawab Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Dilaporkan juga, Remedial ini didanai oleh Bank Dunia dari dua sumber yaitu anggaran Asia Development Bank dan AIB.
“Pelelangan sudah dilakukan pada bulan April dan pelaksananya adalah PT. Mira Bangun Nusantara dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 2 tahun,” ujarnya. Kasatker juga meminta dukungan dari Pemkab Belu serta seluruh masyarakat agar mendukung penuh kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Sam Sumardin selaku PPK OP SDA IV BWS Nusa Tenggara II juga memaparkan bahwa pekerjaan remedial akan berlangsung selama 2 tahun anggaran mulai 2021-2022 dan pada tahun 2021 ini akan difokuskan pada pengerukan sedimentasi sekitar kurang lebih 100 ribu meter kubik yang mulai tahun 2019 diamati sebagai permasalahan utama suplay dan distribusi air di area irigasi.
Sumardin juga berharap agar apa yang sudah pernah dilaksanakan mulai 2019 yakni penyelesaian secara parsial dan temporer bisa teratasi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan khususnya dibidang pertanian.

Lanjutnya, Bendungan Haliwen akan ditata landscapenya serta hal lain untuk memenuhi syarat-syarat teknis sebuah bendungan.
“Kita juga akan bangun panel control, pusat pemantauan, tower pemantauan dan ini menjadi area terbatas karena bendungan merupakan obyek vital negara yang tidak bisa dimasuki secara umum lagi,” terangnya.

Proses pelaksanaan juga akan mengikuti arahan Wakil Bupati untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal dan tenaga kerja teknis dan Sumber Daya Alam yang ada di sekitar wilayah.
“Kami juga mohon dukungan dari seluruh masyarakat dalam kegiatan remedial ini karena nantinya bendungan ini akan dikeruk sehingga airnya akan dikeringkan,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi ini diakhiri dengan diskusi bersama masyarakat.

Hadir dalam acara Camat Tasifeto Timur, Perwakilan BP4D, Kepala Desa Umaklaran, Babinsa dan Babinpol serta masyarakat sekitar. (IAGN/sumber:prokompimbelu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here