KRBF laporkan aksi Kongkalikong Pemda ke DPRD Flotim

0

Larantuka – GaharuNews, Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KBRF) mendatangi Kepolisian Resort (Polres) Flores Timur (Flotim) untuk melaporkan adanya dugaan gratifikasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Flotim kepada DPRD kab. Flotim.

Dugaan Gratifikasi itu dilaporkan ke Polres Flotim sesuai dengan informasi yang berhasil didapat Ormas KBRF, bahwa ada pemberian uang oleh salah satu Staf Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kab. Flotim kepada salah satu Wakil Ketua DPRD Kab. Flotim, untuk selanjutnya diteruskan kepada Anggota DPRD Kab. Flotim dengan tujuan menggagalkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait Penelusuran Penggunaan Dana Covid – 19 Kab. Flotim Tahun Anggaran (TA) 2020

Menurut keterangan Ketua KBRF Maria Sorina Romakia yang berhasil dihubungi GaharuNews.com, dugaan gratifikasi ini dilaporkan karena telah beredar luas dimasyarakat video youtube wawancara Anggota DPRD Kab. Flotim dari Faksi Partai Gerindra Muhidin Demon Sabon yang mengatakan bahwa gagalnya Pembentukan Pansus DPRD Kab. Flores Timur terkait dengan Upaya Penelusuran Penggunaan Dana Covid -19 TA. 2020 diakibatkan karena “DPRD lemah di amplop”.

Kemudian berdasarkan penelusuran Ormas KBRF pernyataan yang dilontarkan Anggota DPRD tersebut berkaitan erat dengan telah terjadinya pemberian uang senilai Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) oleh salah satu Staf BKAD Kab. Flotim kepada Yosep Paton Kabon, SH Wakil Ketua DPRD Kab. Flotim di ruang kerjanya untuk dibagi bagikan kepada Anggota DPRD Kab. Flotim dalam rangka menggagalkan terbentuknya Pansus DPRD Kab. Flotim.

Sesuai dengan pengakuan Ignasius Boli Uran, S.Fil salah satu Ketua Komisi di DPRD Kab.Flotim, pada tanggal 13 September 2021 bertempat di teras bagaian barat ruang sidang DPRD Kab. Flotim kepada Ketua dan Sekretaris Ormas KBRF, bahwa benar ada pembagian amplop berisi uang kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kab. Flotim untuk Pembahasan dan Penetapan Peraturan Daerah (Perda) Pertanggungjawaban APBD Flores Timur TA. 2020

Berdasarkan pengakuan pak Ignasius Boli Uran, S.Fil, dan Muhidin Demon Sabon ini maka patut lah diduga telah terjadi Gratifikasi oleh Pemda Kab. Flotim kepada DPRD kab. Flotim

Maria Sorina Romakia Ketua KBRF mengungkapkan, bahwa pelaporan yang dilakukan oleh KBRF sebagai bagian dari pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan Keuangan Daerah agar bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme dan berharap agar laporan ini dapat segera ditindak lanjuti oleh Polres Kab. Flotim.

Maria juga mengingatkan apabila pelaporan ini tidak ditindaklanjuti sampai akhir September, maka KBRF akan menurunkan massa yang lebih besar. (IA/GN/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here