IKMAR-NTT MINTA POLRES ROTE NDAO TINDAK TEGAS PELAKU JS

0

 

GAHARUNESW.COM, KUPANG – Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar (IKMAR-NTT) menyikapi perilaku salah satu anggota Kepolisian Republik Indonesia yang merugikan masyarakat miskin di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sabtu (18/09/2021).

Ketua Umum IKMAR-NTT, Yosafat Ndolu, Alumni PGSD Undana, ketika dijumpai Jurnalis Gaharu dikediamannya Ia menyesali perilaku JS, yang merupakan salah satu anggota Polisi di kabupaten Rote Ndao, pasalnya sebagai Anggota Kepolisian yang tugasnya mengayomi masyarakat justru saat ini merugikan masyarakat sendiri.

“Saya sangat sesali prilaku atau perbuatan JS terhadap masyarakat, karena seharusnya salah satu tugas kepolisian adalah mengayomi masyarakat justru JS tidak membuktikannya,” ungkap Yosafat.

Lanjut Yosafat mengakui bahwa sejumlah bukti terkait penipuan JS sudah diketahui, namun mereka perlu melakukan pulbaket lebih lanjut agar tidak salah mengambil keputusan.

“IKMAR sudah ketahui sebelumnya tetapi kami perlu melakukan pulbaket lebih lanjut agar tidak salah mengambil keputusan,” tutur Yosafat.

Lebih Lanjut Yosafat, Ketua Umum tersebut berharap agar profosionalitas kepolisian RI dapat dibuktikan dalam penanganan kasus ini.

“Kami minta Polresta Rote Ndao tidak main – main dengan kasus ini, tunjukan profosionalitas diri sebagai kepolisian yang tugasnya mengayomi masyarakat,” tutup Yosafat.

Hal senada disampaikan Alden Mesah Ketua BEM FKIP Undana yang juga menjabat kepala Bidang Organisasi IKMAR-NTT saat ini, bahwa telah ada pengaduan Resmi dari masyarakat terkait penipuan JS terhadap mereka sehingga tentu sebagai mahasiswa asal Rote Ndao siap mengawal dan membuat laporan ganda di Polresta Rote Ndao nanti.

“Memang suda ada laporan resmi terkait penipuan JS di polres Rote Ndao, namun lebih elok kalau semua korban yang merasa dirugikan juga membuat laporan, supaya terlihat jelas terkait modus-modus penipuan pelaku,” tutur Alden.

Lanjut Alden menyampaikan bahwa besok dirinya bersama Ketua Umum IKMAR-NTT serta korban menuju polres Rote Ndao untuk membuat laporan ganda terkait kasus tersebut.

Lebih lanjut Alden mengutip pengaduan korban Mes Ressie dan Mexi Messah.

“pada tanggal 14/09/2021, sekitar pukul 17.00 pelaku kerumah Mes Ressie di Desa Oelasin menggunakan mobil, dan menawarkan bensin kepada dirinya dengan harga 1.550.000 per drum, Mes pun mengakui bahwa harganya cukup murah dan dirinya tertarik untuk membeli, dirinya membeli satu drum, Ia mengakui bahwa sudah dikasih dengan 1 buah drum yang adalah barang pinjaman dari keluarganya, saat itu juga kebetulan ada ayah kandung dari Maxi Messah sehingga ayahnya berjanji untuk membeli, sekitar pukul 19.00 pelaku datang kerumah Maxi untuk mengambil uang dengan perjanjian dari pelaku yang menggunakan nama samaran Kaka OPE bahwa tanggal 17 September 2021 Ia mengantarkan bensin kepada kedua korban. namun sampai saat ini bensin belum juga diantarkan oleh pelaku, Mes dan Maxi mengakui telah menelpon No milik istrinya yang ditinggalkan oleh JS alias Kaka Ope tetapi istrinya mengakui bahwa dirinya sementara dikupang dan tidak mengetahui kejadian tersebut,” kutip Mesah sapaan akrabnya.

“Saya sudah koordinasi dengan BP IKMAR agar semua mengambil andil dalam pengawalan kasus ini bahwa jika kasus ini tidak ditindak dengan tegas maka IKMAR adalah notabene kader – kader penerus Rote Ndao akan berkolaborasi dengan beberapa kelompok orang muda dan menempuh jalur yang lebih keras,” jelas Mesah Kabid OR tersebut.

Mesah dan Ketua Umum IKMAR-NTT telah tiba di Rote Ndao dan siap mengawal tuntas kasus tersebut. (G/A).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here