BURON 17 TAHUN BIG BOS PT. SAGARET DI EKSTRADISI DARI SERBIA 

0
173

Kupang, Gaharu News.Com – Maria Pauline Lumowa Big Bos PT. Sagaret merupakan Buron Kasus Pembobolan LC Fiktif Bank BNI senilai 1,7 Trilyun rupiah, berhasil di ekstradisi pemerintah Indonesia Setelah 17 Tahun buron dan telah berhasil ditangkap pihak Interpol di Serbia pada tahun 2019.

Maria Pauline Lumowa adalah pemilik Gramarindo grup yang berberak di bidang ekspor import hasil perkebunan, pupuk cair dan Juga Hasil Olahan Marmer, salah satu anak perusahaan Gramarindo Grup adalah PT. Sagaret yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan marmer yang hingga kini aset aset nya masih ada dan dalam pengawasan Kejaksaan Tinggi NTT yaitu pabrik/base camp di kecamatan Takari Kabupaten Kupang, dan aset gedung dijalan W. J. Lalamentik Kota Kupang.

Salah satu Rekan Maria Pauline Lumowa untuk membobol Bank BNI seninai 1,7 Trilyun rupiah adalah Adrian Herling Waworuntu Konsultan investasi PT. Sagaret yang sudah divonis bersalah dan mendapat Hukuman Penjara seumur hidup.

Meski dalam pelarian dan aset – aset PT.Sagaret telah disita oleh Kejaksaan Tinggi NTT, namun persoalan aset Maria di NTT ini pada tahun 2015 pernah menimbulkan masalah hukum yang cukup membuat geger publik NTT. Dimana terjadi kasus jual beli besi tua yang melibatkan oknum Jaksa dan pengusaha besi tua Paulus Watang yang telah divonis bersalah oleh Pengadilan.

Sementara itu pada tahun 2019 aset aset PT. Sagaret telah diserahkan langsung Jaksa agung pada waktu itu HM. Prasetyo kepada Gubernur NTT Viktor Bungtillu Laiskodat agar dapat dipergunakan Pemerintah provinsi NTT untuk kepentingan masyarakat NTT.

Aset berupa gedung dua lantai eks kantor PT Sagared dan tanah seluas 500 meter persegi di Jalan WJ Lalamentik, Kota Kupang itu akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk kepentingan  Masyarakat Total nilai aset milik PT, Sagaret bernilai sekitar Rp19,567 miliar, termasuk bangunan pabrik yang terletak di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Menurut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada saat penyerahan Aset tersebut, telah meminta Kejati NTT untuk dapat bersama pemerintah daerah memanfaatkan gedung tersebut, antara lain sebagai tempat pelatihan calon tenaga kerja sebelum dikirim ke luar negeri. “Kejaksaan Tinggi NTT bisa mempersembahkan sebuah karya terbaik, ada ruang yang paling luas dipersembahkan melatih orang-orang NTT untuk mempunyai keahlian yang baik,” kata VBL.

Semoga dengan terektradisinya Maria Pauline Lumowa dapat membuka tabir seluruhnya aset aset PT. Sagared yang dijaminkan untuk pencairan LC Fiktif, yang berada diwilayah NTT sehingga dapat dipergunakan untuk Kepentingan masyarakat NTT. [gn/tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here