Bawa Nama Gubernur, Oknum Wartawan di Ende Minta Uang Ke Bupati

0
292

Kupang,Gaharu News.Com – Diduga oknum wartawan Suara Nusa Bunga.com, DW alias Dedi meminta uang dari Bupati Ende, Drs. Djafar Achmad dengan membawa-bawa nama Gubernur NTT guna membeli makanan bagi 4 orang wartawan peliput kunjungan Gubernur NTT (ke daratan Flores, red) yang nginap di Hotel Satar Mese Ende, pekan lalu.
Demikian informasi yang diperoleh tim media ini dari beberapa sumber yang sangat layak dipercaya berdasarkan screenshot pesan Whats App (WA) oknum wartawan Suara Nusa Bunga.com, Dedi kepada Bupati Ende, Mohamad Djafar yang telah beredar di kalangan wartawan di Flores dan Kota Kupang.
Kepada Bupati Ende, Dedi memembawa-bawa nama Gubernur NTT seolah-olah permintaan bantuan itu dilakukannya karena Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat belum tiba di Ende sehingga 4 oknum wartawan yang menginap di Hotel Satar Mese tidak diurus alias terlantar. “baru mrka minta tlg bntu buat makan minum na bapa … krna pa Gub belum datang…,” ungkapnya.

Pesan WhatsApp

Dedi yang dikonfirmasi tim media ini melalui telepon celulernya pada Minggu (28/6/2020) Pukul 09.50, membantah kebenaran informasi dirinya meminta uang kepada Bupati Ende, Mohammad Djafar untuk kebutuhan membeli makanan bagi teman-teman wartawan anggota rombongan gubernur yang menginap di Hotel Satarmese-Ende.
Dedi juga menegaskan bahwa ia tidak tahu-menahu tentang hal itu. “Om dengar informasi itu dari siapa? Saya tidak tahu om, saya saat ini lagi di kebun dan tidak tahu apa itu om,” jawabnya tegas dan telepon celulernya mati seketika.
Selang beberapa detik kemudian, Dedi pun menelepon balik tim media ini dan bertanya tentang darimana asal informasi tersebut. “Maaf om, om dapat informasi itu dari siapa? Harus jelas dari siapa informasi itu,” katanya.
Bahkan Dedi mengancam akan mempolisikan wartawan media ini yang mengkonfirmasinya. “Jangan menghina saya, karena kita bisa berurusan sampai polisi,” ancamnya.
Dedi juga mengatakan tidak mau melayani permintaan wawancara tim media ini jika diawalnya tim media memberitahukan ingin memintanya untuk wawancara. “Jika tadi di awal om kasih tau mau minta saya untuk wawancara, saya pasti katakan tidak mau. Betul om, saya tidak tahu,” ujarnya dengan nada geram dan mematikan sambungan teleponnya.
Berdasarkan bukti screenshot pesan WA oknum wartawan Dedi kepada Bupati Ende pada Kamis (26/6/2020) pada Pukul 11.44 AM, Dedi diawal pesanya meminta maaf. Kemudian Dedi meminta bantuan Bupati Djafar. “Ijin Bapa, maaf mengganggu. Bapa bisa bantu kami ka…,” tawarnya.
Selanjutnya kepada Bupati Djafar, Dedi mengungkapkan informasi tentang kehadiran teman-teman wartawannya dari Kupang yang ikut rombongan Gubernur (mendahului kedatangan Rombongan Kunjungan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ke Ende, red) dan sedang menginap di Hotel Satarmese. “Kebetulan ada teman2 wartwan dari Kupang yg ikut rombongan pa Gubernur..mereka skrg sdh duluan di Ende nginap di Hotel Satarmese,” tambahnya.

Menurut Dedi, teman-teman wartawan anggota rombongan Gubernur NTT, meminta bantuan untuk kebutuhan makan-minum. Bahkan Dedi membawa-bawa nama Gubernur belum tiba di Ende. “baru mrka minta tlg bntu buat makan minum na bapa … krna pa Gub belum datang…,” ungkapnya.
Mengakhiri pesan WA-nya, Dedi sekali lagi meminta maaf kepada Bupati Djafar sekaligus memohon dukungannya, “sekali lagi maaf bapa .. mohon dukungannya.” [gn/tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here